Di era digital seperti sekarang, hidup kita hampir tidak pernah benar-benar lepas dari layar. Bangun tidur, yang pertama kali dicari adalah ponsel. Sebelum tidur, layar pula yang terakhir kali dilihat. Tanpa disadari, dunia digital telah menjadi ruang hidup kedua bahkan sering kali lebih dominan daripada dunia nyata. Dari kegelisahan itulah saya memutuskan untuk melakukan sesuatu yang sederhana namun tidak mudah: puasa digital selama 3 hari. Sebuah jeda total dari media sosial, konsumsi konten berlebihan, dan interaksi digital yang tidak mendesak. Tujuannya bukan untuk lari dari teknologi, tetapi untuk menguji satu hal penting: apakah saya masih memegang kendali, atau justru dikendalikan? Mengapa Puasa Digital Perlu Dicoba? Selama ini kita sering merasa lelah, jenuh, dan kehilangan fokus, namun tidak tahu penyebab pastinya. Padahal, setiap hari otak kita dijejali ratusan bahkan ribuan informasi berita, komentar, video singkat, notifikasi, dan tuntutan untuk selalu merespons denga...