Cara Mengatasi Burnout saat Bekerja dari Rumah


Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) awalnya terdengar menyenangkan. Tidak perlu bermacet-macetan, waktu lebih fleksibel, dan bisa bekerja di lingkungan yang nyaman. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak orang justru mengalami burnout kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat stres kerja yang berkepanjangan. Burnout saat bekerja dari rumah sering kali terjadi tanpa disadari karena batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi semakin kabur.

Lalu, bagaimana cara mengatasi burnout saat bekerja dari rumah? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Burnout?

Burnout adalah kondisi kelelahan ekstrem yang disertai perasaan jenuh, hilangnya motivasi, serta menurunnya produktivitas kerja. Burnout bukan sekadar rasa lelah biasa, melainkan kondisi serius yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Beberapa tanda burnout yang sering muncul antara lain:

  • Merasa lelah meskipun sudah cukup istirahat
  • Sulit fokus dan mudah melakukan kesalahan
  • Kehilangan semangat dan minat terhadap pekerjaan
  • Mudah marah atau merasa cemas berlebihan
  • Merasa pekerjaan tidak pernah ada habisnya

Penyebab Burnout saat Bekerja dari Rumah

Burnout saat WFH memiliki karakteristik tersendiri. Beberapa penyebab yang paling umum meliputi:

1. Tidak Ada Batas Jelas antara Kerja dan Kehidupan Pribadi

Bekerja dari rumah sering membuat jam kerja menjadi tidak teratur. Banyak orang merasa “harus selalu siap” menjawab pesan atau email, bahkan di luar jam kerja. Akibatnya, tubuh dan pikiran tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

2. Beban Kerja yang Terasa Lebih Berat

Tanpa disadari, bekerja dari rumah membuat seseorang bekerja lebih lama dibandingkan saat di kantor. Target tetap sama, tetapi distraksi rumah tangga dan tuntutan untuk selalu online justru menambah tekanan kerja.

3. Kurangnya Interaksi Sosial

Interaksi langsung dengan rekan kerja sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental. Saat WFH, komunikasi lebih banyak dilakukan secara virtual, sehingga rasa kesepian dan keterasingan mudah muncul.

4. Lingkungan Kerja yang Kurang Mendukung

Tidak semua orang memiliki ruang kerja yang nyaman di rumah. Lingkungan yang bising, pencahayaan kurang, atau posisi kerja yang tidak ergonomis dapat mempercepat kelelahan fisik dan mental.



Cara Mengatasi Burnout saat Bekerja dari Rumah

1. Tetapkan Jam Kerja yang Jelas

Buatlah jadwal kerja yang tegas, termasuk waktu mulai dan selesai bekerja. Disiplin terhadap jam kerja membantu otak mengenali kapan harus fokus bekerja dan kapan harus beristirahat.

2. Ciptakan Ruang Kerja Khusus

Usahakan memiliki satu sudut atau ruangan khusus untuk bekerja. Hal ini membantu memisahkan urusan pekerjaan dan kehidupan pribadi, meskipun masih berada di dalam satu rumah.

3. Istirahat Secara Teratur

Jangan menunggu sampai benar-benar lelah. Ambil jeda singkat setiap 1–2 jam untuk berdiri, meregangkan tubuh, atau sekadar mengalihkan pandangan dari layar.

4. Batasi Penggunaan Gadget di Luar Jam Kerja

Matikan notifikasi email atau aplikasi kerja setelah jam kerja selesai. Membiarkan diri terus terhubung dengan pekerjaan akan memperparah kelelahan mental.

5. Jaga Pola Hidup Sehat

Tidur cukup, makan makanan bergizi, dan rutin berolahraga sangat berpengaruh terhadap daya tahan mental. Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki atau stretching dapat membantu mengurangi stres.

6. Luangkan Waktu untuk Me-Time

Me-time bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan. Gunakan waktu ini untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai, seperti membaca, menonton film, beribadah, atau sekadar menikmati waktu tenang tanpa gangguan.

7. Bangun Komunikasi yang Sehat dengan Tim

Jangan ragu untuk menyampaikan kondisi dan beban kerja kepada atasan atau rekan kerja. Komunikasi yang terbuka dapat mencegah ekspektasi berlebihan dan membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih manusiawi.

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?

Jika burnout tidak kunjung membaik meskipun sudah melakukan berbagai upaya, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional, seperti psikolog atau konselor. Bantuan ini bukan tanda kelemahan, melainkan langkah bijak untuk menjaga kesehatan mental jangka panjang.

Penutup

Burnout saat bekerja dari rumah adalah masalah yang nyata dan banyak dialami. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini serta menerapkan strategi yang tepat, burnout dapat dicegah dan diatasi. Ingatlah bahwa produktivitas tidak hanya ditentukan oleh seberapa lama kita bekerja, tetapi juga oleh seberapa sehat kondisi fisik dan mental kita.

Bekerjalah dengan seimbang, karena kesehatan mental adalah aset paling berharga dalam jangka panjang.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama